SMK Telkom Makassar

MEMBAWA SANG MERAH PUTIH SEBAGAI KEBANGGAAN SEKOLAH

Dirgahayu Republik Indonesia ke-77 merupakan sebuah momentum besar untuk mengingat kemerdekaan bangsa Indonesia yang diperjuangkan selama 365 tahun lamanya. Peringatan kemerdekaan pada tahun ini tidak luput dari kata meriah, karena setelah dua tahun lamanya rakyat Indonesia terpaksa merayakan kemerdekaan Indonesia secara daring yang disebabkan oleh pandemi Covid-19.

Kemeriahan kemerdekaan tahun ini dilengkapi dengan kembalinya bertugas Pasukan Pengibar Bendera Pusaka atau Paskibraka secara lengkap yang saat pandemi sempat dikurangi jumlahnya, untuk menjaga jarak agar terhindar paparan virus Corona. Dengan seragam PDU putih melengkapi kegagahan dan keanggunan putra-putri terbaik bangsa, sembari melaksanakan tugasnya membawa Sang Saka Merah Putih berkibar saat Upacara 17 Agustus di Istana Merdeka ataupun di pusat pemerintahan kota dan provinsi di seluruh Indonesia. 

Selama kurang lebih tiga bulan, siswa-siswi dari SMA, SMK, MA, dan MAK di seluruh Indonesia yang telah diseleksi, menjalani karantina pelatihan untuk dilatih fisik dan mentalnya untuk menjadi Paskibraka. Seleksi yang mereka jalani sangat ketat serta persaingan yang terjalan begitu sengitnya. Ribuan sekolah di seluruh Indonesia mengirim peserta didik terbaiknya untuk mengikuti seleksi akbar ini. Namun hanya beberapa yang terpilih untuk bertugas di tingkat Kota, Provinsi dan tentunya Nasional. Salah satu siswi kelas 11 SMK Telkom Makassar bernama Amirah Nahda Nayla Putri terpilih untuk menjadi Paskibraka tingkat Kota Makassar tahun ini dan juga terpilih menjadi pembawa baki, yang merupakan sebuah posisi yang sangat istimewa dan penting untuk membawa Sang Saka Bendera Putih di upacara pengibaran bendera. 

Dikutip dari wawancara Amirah di KOMERS, “Hal yang dirasakan saat menjadi pembawa baki tentunya saja bangga, sangat terharu, apalagi bisa membanggakan orang tua dan membawa nama sekolah. ” Amirah juga menyebutkan bahwa untuk menjadi Paskibraka, hal-hal yang dipersiapkan selama tiga bulan karantina antara lain adalah melatih fisik dan juga mental. Ia juga mengatakan bahwa ia sempat Over atau latihan berlebihan sehingga berat badannya turun beberapa kilogram.

Membawa nama SMK Telkom Makassar dengan menjadi pembawa baki merupakan sebuah prestasi yang besar dan patut diapresiasi. Amirah diberikan penghargaan langsung oleh Kepala SMK Telkom Makassar, Bapak Drs. Abdul Halim Samad pada saat Upacara rutin Senin 22 Agustus 2022. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi sebuah inspirasi bagi para peserta didik kelas 10 SMK Telkom Makassar untuk menjadi Paskibraka di tahun selanjutnya, biarpun itu di tingkat Kota, Provinsi, atau Nasional. Amirah juga menambahkan beberapa tips untuk menjadi Paskibraka, yaitu mulai sedari sekarang untuk melatih kesiapan fisik dan mental serta menjaga postur tubuh yang merupakan salah satu faktor yang penting untuk terpilih menjadi Paskibra. 

- Damar, Shifa. KIR 2022